Wednesday, April 15, 2015

Makanya Jangan Asyik Sendiri!

Makanya Jangan Asyik Sendiri!

Siang itu langit sangat cerah seakan mengajak angin untuk menghembuskan anginnya yang sepoi sepoi. Cuaca yang bersahabat itu membuat semangatku tak terbendung untuk mengerjakan tugas kampus. Kutenteng tas berisi laptop beserta charger dan mousenya. Tak lupa mini sound untuk mencetarkan siang itu aku keluarkan. Untuk memberikan asupan lidah dan perut, aku sudah menyiapkan snack dan coffe latte kesukaanku. Eitz.. masih belum lengkap rasanya kalau buku dan pulpen yang terkait dengan tugas tak di usung bersama perlengkapan yang lain. Semua keperluan aku gelar di ruang tamu. Mp3 ku putar dan kusambungkan ke mini sound sehingga suaranya cukup membahana. Modem sudah ku sambungkan dengan laptop dan mulailah jemari mengetik kata kata kunci untuk tugas. Sementara mata sudah melirik, berkedip, dan melotot mencari mana mana artikel yang sesuai dengan yang tertulis di perintah tugas. What a day lah pokoknya hari itu.

Beberapa jam sudah kunikmati bersama artikel artikel di google. Coffe latte yang tadinya panas wajar saja sudah dingin dan isinya tinggal setengah tegukan. Snack juga hampir melewati garisnya alias hampir amblas tinggal bungkusnya. Tetapi, pikiran dan hatiku tetap teguh tercurah rah rah pada pencarian materi tugas yang tak kunjung usai. Sementara mata tetap setiapada layar laptop dan mulut komat kamit menirukan lagu yang ku putar.

Tanpa kusadari ada suara berbisik yang menghentikan fokus kerjaku. Setelah kulirik sedikit mencari pemilik suara itu, ku dapati sekilas seorang ibu berdiri di depan pintu rumahku. Tanpa memperhatikan dengan seksama dan tanpa berpikir panjang, aku meminta si Ibu itu masuk ke rumah.

“Monggo pinarak Bu, Ibuk ada di dalam”. (Silakan masuk bu, Ibu ada di dalam)
Spontan setelah menyuruh si ibu tadi masuk dan tanpa menengok dengan jelas siapa gerangan si ibu tamu itu,  aku berteriak memanggil ibuku, “Buk, ada temanmu di luar.”

Tapi tak ada respon sedikitpun dari ibuku. Maka kuputuskan untuk memanggil Ibuku lagi, “ Buk, di tunggu temanmu diluar.”  Ku ulangi teriakanku memanggil ibu dan meminta si ibu tamu duduk, tapi lagi lagi ibuku tak menjawab sepatahpun. Herannya lagi, si ibu tamu itu tak kunjung masuk dan duduk di dalam rumah. Maksud hatiku ingin beranjak mencari ibuku kedalam. Namun apa yang terjadi??

Swing swing swing, terdengar si ibu tamu yang masih saja berdiri di depan pintu sayup sayup mengeluarkan suara yang membuatku terperangah.

“Mbak, kula ndak madosi ibukke jenengan, kula badhe nyuwun mbak, kula tiyang nyuwun”. (Mbak saya tak mencari Ibu anda tetapi saya mau minta, saya pengemis).

Jleb, gleg, segera ku toleh dan kuperhatikan betul - betul si ibu itu. Alamaaaakkkk!!!!! Sambil terkekeh kekeh aku beranjak mengambil uang dan meminta maaf pada si ibu itu.

“Maaf Bu telah menunggu lama, ini uangnya.” ^^



2 comments:

  1. hmmm gara-gara terlalu fokus ya Mbak.....hahaha

    ReplyDelete
  2. hahah.. bisa jadi mbak, mungkin juga kurang peka :)

    ReplyDelete